Sahabat pasti pernah menonton sinetron atau film yang menggambarkan adegan cowok atau cewek yang menghabiskan setengah rim kertas ketika menulis sepucuk surat cinta perdananya. Dia bingung, haruskah surat untuk sang pujaan hati  itu diawali dengan kalimat, ” Langit sangat bening-sebening hatiku kini “, ataukah dengan rayuan Arjuna ” Setiap aku memandang mawar merah, hati ini rasanya ingin segera terbang mendekati hatimu..”.

Kitapun mungkin pernah terjebak beberapa menit hanya karena memikirkan kalimat pertama pada postingan yang sedang kita konsep. Padahal ” sikat saja bleh!! “, jangan pedulikan kalimat pertama itu. Lanjutkan menulis dengan kalimat-kalimat berikutnya sampai draft artikel utuh selesai. Setelah itu baru dibaca ulang, yang kurang bagus direvisi, termasuk kalimat pertama itu. Dengan cara demikian kita tak akan berlama-lama  memikirkan-menulis-merevisi-menulis dan merevisi lagi kalimat pertama karena kita ingin membuat kesan yang menggoda.

Seorang murid kehabisan waktu gara-gara berkutat pada soal ujian matematika nomer 1. Padahal nomer 2 dan seterusnya sangat mudah. Nah mengapa tak dilewati saja soal nomer 1 yang sulit itu dan mencoba mengerjakan soal yang mudah dulu. Jika soal nomer 2 sampai 10 yang memang dikuasai itu dikerjakan lebih dulu, dijamin nilai 80 akan didapatkan. Namun karena dia terjebak pada soal nomer 1 sehingga soal nomer berikutnya tak bisa dikerjakan dan waktu ujianpun telah habis. Hasilnya, ndog gludug bho !!

Jadi, tulis kalimat pertama sedapatnya dulu, lanjutkan terus dengan kalimat berikutnya, setelah itu baru diadakan revisi secara menyeluruh.

Menulis itu gampang pwol, kan !

Related posts:

  1. Jangan Ngeblog Lagi Suer, jangan ngeblog lagi. Lho, mengapa pakde ? Lha iya...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.